JOGJA.WAHANANEWS.CO, Gunungkidul - Korban sengatan ubur-ubur beracun di sejumlah pantai Kabupaten Gunungkidul terus bertambah. Puluhan wisatawan dilaporkan telah menjadi korban akibat sengatan hewan laut tersebut.
Sengatan ubur-ubur beracun atau yang disebut impes di Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Gunungkidul sudah menelan banyak korban. Sebagian besar korban merupakan anak-anak.
Baca Juga:
Biro Wisata Boyolali Diduga Gelapkan Dana Rombongan, Tagihan Restoran Rp 3,4 Juta Tak Dibayar
"Ada 10 wisatawan di Pantai Sepanjang yang tersengat ubur-ubur hari ini," kata Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto saat dihubungi wartawan, Rabu (1/7/2026).
Surisdiyanto melanjutkan, dari 10 wisatawan itu didominasi anak-anak. Pasalnya mereka tertarik dengan bentuk ubur-ubur yang menyerupai balon dan berwarna putih transparan kombinasi biru.
"Sebagian besar yang tersengat ubur-ubur masih anak-anak, karena anak-anak tertarik dengan bentuk ubur-ubur lalu dibuat mainan," ujarnya.
Baca Juga:
Detik-detik Penangkapan Sopir Bank Jateng, Polisi Sita Uang Rp10 Miliar
Akan tetapi, semua wisatawan yang tersengat ubur-ubur telah mendapatkan penanganan Tim SAR. Surisdiyanto juga mengungkapkan bahwa hari Minggu (28/6/2026) ada delapan wisatawan dari berbagai Pantai di Gunungkidul yang tersengat ubur-ubur.
Di sisi lain, Surisdiyanto mengaku bahwa Tim SAR selalu memberikan imbauan baik secara langsung maupun melalui pengeras suara agar wisatawan tidak memegang ubur-ubur tersebut.
"Kami juga melakukan patroli secara rutin di Pantai untuk membersihkan ubur-ubur yang muncul," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, ubur-ubur beracun atau impes mulai muncul di Pantai Selatan (Pansela) Gunungkidul. Tim SAR menyebut puncak kemunculan ubur-ubur berlangsung bulan Juli-Agustus.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono mengatakan bahwa pertengahan bulan ini memang musimnya impes bermunculan. Namun, intensitas kemunculan impes belum begitu sering.
"Memang sudah musimnya impes keluar, biasanya pertengahan bulan Juni sampai Agustus. Kalau puncaknya antara bulan Juli sampai Agustus," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (17/6/2026).
Marjono melanjutkan, kemunculan impes sudah terjadi di Pantai Sepanjang hari Minggu (14/6/2026). Di mana ada lima wisatawan yang menjadi korban sengatan impes.
"Karena itu, kami minta kepada wisatawan agar selalu hati-hati, dan jangan memegang atau menjadikan mainan biota laut biru menggelembung di pinggir Pantai," ujarnya.
[Redaktur: Amanda Zubehor]