JOGJA.WAHANANEWS.CO, Yogyakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat kemandirian fiskal sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Di tengah tantangan ruang fiskal yang makin terbatas, Pemda DIY mengoptimalkan pendapatan daerah, meningkatkan efisiensi belanja, serta memastikan setiap program dan anggaran mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata," kata Wagub DIY KGPAA Paku Alam X di Yogyakarta, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga:
Segera Dibuka, Simak Syarat Siswa Sekolah Rakyat 2026-2027
Saat membacakan Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD DIY terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wagub mengatakan kemandirian fiskal dilakukan melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah dan penetapan belanja yang efektif serta efisien.
Selain itu, kata dia, Pemda DIY juga terus mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pembiayaan pembangunan.
"Melalui pemanfaatan digitalisasi program dan kegiatan daerah yang dapat menjadi rujukan perusahaan dalam menyalurkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL)," katanya.
Baca Juga:
Program Pengentasan Kemiskinan, Gubernur Sulteng Prioritas Perbaikan Rumah Warga Miskin Ekstrim di Donggala
Menurut dia, pada anggaran 2025, sejumlah komponen pendapatan asli daerah (PAD) yang melampaui target, antara lain dari sektor pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
Pemprov DIY juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun kota guna mengoptimalkan potensi pendapatan daerah melalui penyempurnaan regulasi dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dari sisi belanja, pihaknya memastikan anggaran diarahkan untuk mendukung program-program prioritas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.