WahanaNews-Jogja | PT PLN (Persero) siap mendorong pembangunan ekonomi hijau di Jawa Barat, dengan menghadirkan layanan listrik yang berkualitas, andal dan ramah lingkungan.
Dalam Forum Diskusi Publik Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan Bantuan Pasang Baru Listrik, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi (Ditjen Gatrik) dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung.
Baca Juga:
Percepat Meterisasi PJU, PLN UP3 Sumedang dan Pemda Bersinergi Tingkatkan Akurasi Perhitungan Listrik Hingga Efisiensi Daerah
PLN memaparkan kondisi kelistrikan di Jawa Barat, termasuk transformasi yang telah dilakukan dan rencana ke depan dalam membangun ekonomi hijau di Jawa Barat.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T. mewakili Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang pada Forum Diskusi tersebut menyampaikan komitmennya dalam penurunan emisi gas rumah kaca.
"Forum diskusi ini dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam menyosialisasikan program-program penting khususnya terkait ketenagalistrikan kepada segenap lapisan masyarakat," tuturnya.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN Haryanto WS mengatakan, beban kelistrikan Jawa Barat diprediksikan terus tumbuh hingga lebih dari 11.000 megawatt (MW) pada 2025.
Hal ini seiring dengan lahirnya kawasan industri baru seperti kawasan industri KNIC, kawasan industri Pertiwi Lestari dan Pelabuhan Patimban, serta hadirnya berbagai bisnis berkebutuhan listrik besar seperti PT KCIC, Sata Center Delta Mas, pabrik baterai, dan pabrik kendaraan listrik.
"PLN di Provinsi Jabar ini terbesar se Indonesia. Kontribusinya mencapai 21 persen atau 1/5 dari pendapatan nasional PLN. Kami optimistis Jawa Barat akan melaju semakin cepat dan hebat," kata Haryanto.