Ketua Kadin Sleman Yudi Prihantana mengatakan, pihaknya saat ini aktif melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, dalam rangka menyusun program kerja yang berbasis kebutuhan riil di lapangan.
"Kami melakukan proses identifikasi permasalahan atau 'belanja masalah' untuk memastikan program yang dirancang tepat sasaran dan dapat disinergikan dengan perangkat daerah terkait," katanya.
Baca Juga:
Groundbreaking Penataan RW 01 Menteng Dimulai, 152 Rumah Siap Direnovasi Lewat Kolaborasi CSR
Menurut dia, dalam aspek pengembangan SDM, Kadin Sleman memprioritaskan peningkatan kualitas generasi muda usia produktif melalui program pendidikan dan pelatihan berbasis lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang bekerja sama dengan kementerian terkait.
"Program ini menyasar pelajar, mahasiswa, serta masyarakat yang belum bekerja, dengan tujuan mencetak tenaga kerja terampil yang siap masuk dunia industri, termasuk peluang kerja di luar negeri," katanya.
Ia mengatakan, di sektor UMKM, Kadin Sleman menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta penguatan branding sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya saing.
Baca Juga:
UMKM Binaan PTBA Raup Omzet Signifikan di Bazar Kementerian ESDM
"Kami mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pada kualitas dan identitas produk," katanya.
Pada kegiatan tersebut juga ditampilkan produk UMKM lokal yang telah berhasil menembus pasar ekspor, salah satunya produk parfum dari pelaku usaha binaan Kadin Sleman.
Produk parfum milik pengurus Kadin Sleman Deda.tersebut telah dipasarkan melalui berbagai platform digital dan berhasil menjangkau pasar ekspor dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per botol.