JOGJA.WAHANANEWS.CO, Sleman - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman memperkuat sinergi yang difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta pembenahan sistem pembinaan dan kurasi pelaku UMKM.
"Sinergi ini sebagai upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing," kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melalui keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga:
Groundbreaking Penataan RW 01 Menteng Dimulai, 152 Rumah Siap Direnovasi Lewat Kolaborasi CSR
Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan Syawalan atau Halal bi halal yang diselenggarakan oleh Kadin Sleman di Kantor Kadin Sleman, Jalan Merbabu, Tridadi, Sleman, Kamis (9/4/2026).
Danang menegaskan pentingnya kolaborasi yang solid antara Kadin dan seluruh perangkat daerah, termasuk unit pelaksana teknis (UPT), guna mengoptimalkan potensi daerah.
"Kolaborasi harus terus diperkuat dengan semangat saling mendukung agar program-program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," katanya.
Baca Juga:
UMKM Binaan PTBA Raup Omzet Signifikan di Bazar Kementerian ESDM
Ia juga menyoroti keunggulan jaringan Kadin yang terhubung hingga tingkat nasional, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuka akses program serta dukungan dari pemerintah pusat.
"Kadin memiliki jejaring hingga kementerian dan lembaga pusat. Ini merupakan peluang strategis untuk mendukung percepatan pembangunan daerah," katanya.
Danang yang juga merupakan anggota Dewan Penasihat Kadin Sleman ini menegaskan bahwa Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ketua Kadin Sleman Yudi Prihantana mengatakan, pihaknya saat ini aktif melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, dalam rangka menyusun program kerja yang berbasis kebutuhan riil di lapangan.
"Kami melakukan proses identifikasi permasalahan atau 'belanja masalah' untuk memastikan program yang dirancang tepat sasaran dan dapat disinergikan dengan perangkat daerah terkait," katanya.
Menurut dia, dalam aspek pengembangan SDM, Kadin Sleman memprioritaskan peningkatan kualitas generasi muda usia produktif melalui program pendidikan dan pelatihan berbasis lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang bekerja sama dengan kementerian terkait.
"Program ini menyasar pelajar, mahasiswa, serta masyarakat yang belum bekerja, dengan tujuan mencetak tenaga kerja terampil yang siap masuk dunia industri, termasuk peluang kerja di luar negeri," katanya.
Ia mengatakan, di sektor UMKM, Kadin Sleman menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta penguatan branding sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya saing.
"Kami mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pada kualitas dan identitas produk," katanya.
Pada kegiatan tersebut juga ditampilkan produk UMKM lokal yang telah berhasil menembus pasar ekspor, salah satunya produk parfum dari pelaku usaha binaan Kadin Sleman.
Produk parfum milik pengurus Kadin Sleman Deda.tersebut telah dipasarkan melalui berbagai platform digital dan berhasil menjangkau pasar ekspor dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per botol.
"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMKM Sleman memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global jika didukung dengan strategi yang tepat," kata Yudi.
Dengan semakin solidnya kolaborasi antara Kadin dan Pemkab Sleman, berbagai program strategis diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan di masa depan," katanya.
[Redaktur: Amanda Zubehor]