JOGJA.WAHANANEWS.CO, Yogyakarta - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta mencatat pertumbuhan transaksi dan penggunaan daya pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melonjak hingga lima kali lipat secara tahunan dibandingkan periode 2025.
"Pertumbuhannya naik empat sampai lima kali lipat, baik dari sisi transaksi maupun pemakaian kWh listriknya," kata Senior Manager Non Teknik PLN UID Yogyakarta Deny Setiawan, di sela acara Indomobil Expo, di Pakuwon Mall Jogja, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga:
PLN Hadirkan SPKLU Center Pertama Milik PLN di Banten di Kawasan Aloha PIK 2
Deny menyebutkan saat ini tercatat sebanyak 32 unit mesin SPKLU yang dikelola PLN bersama mitra serta 73 unit milik swasta telah beroperasi, didukung sekitar 750 unit pengisian daya mandiri di rumah pelanggan.
Ia menjelaskan kenaikan signifikan tersebut menjadi sinyal positif terhadap perkembangan ekosistem otomotif, khususnya tren penggunaan mobil listrik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Deny menjelaskan tingginya minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik didorong oleh faktor efisiensi operasional yang diklaim mampu menghemat biaya penggunaan hingga 70 persen dibandingkan kendaraan konvensional.
Baca Juga:
SPKLU Fast Charging Hadir di Balaikota Bogor, PLN Perkuat Infrastruktur EV
Guna memperluas jangkauan, tambah Deny, PLN berkomitmen menambah titik pengisian daya baru melalui skema kemitraan dengan investor dan pabrikan otomotif yang melibatkan penyediaan lahan serta infrastruktur pendukung.
Deny menyebutkan pada tahun ini PLN berencana menambah titik SPKLU di sejumlah lokasi strategis seperti Hotel Ambarrukmo, Sedayu, wilayah Kulon Progo, hingga kantor PLN Sleman untuk melayani populasi mobil listrik yang terus bertambah.
Dalam skema kerja sama tersebut, tambah Deny, PLN berperan menyediakan platform integrasi, sementara mitra berkontribusi dalam penyediaan lahan dan mesin pengisian guna mempercepat pemerataan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Yogyakarta.