Ditemui seusai menerima paket sembako, Inul dan Indra Aspuriah pramusaji warung kuliner Teteg Malioboro, dan R.Y. Harto Suroyo petugas parkir di Ngabean mengungkapkan rasa syukurnya dan sangat mengapresiasi aksi kepedulian dari Polda DIY ini.
"Kami mengucapkan terima kasih karena ini sangat membantu memenuhi kebutuhan sembako sehari-hari di saat harga pangan sedang mahal-mahalnya," kata mereka.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Pasokan BBM, LPG hingga Listrik Aman dan Lancar Selama Idulfitri 2025
Lebih lanjut, AKBP Dwi Prasetio menjelaskan, pertumbuhan laju ekonomi dapat kita lihat dari tingginya inflasi yang mencapai 3,44 persen hal ini sebagai akibat adanya kenaikan harga salah satunya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,97 persen.
Dalam menjaga stabilitas harga pangan, saat ini pemerintah tengah memasukkan ketahanan pangan dalam Agenda Pembangunan Nasional Tahun 2022-2024.
Kenaikan harga pangan disebabkan oleh banyak faktor mulai dari gagal panen akibat perubahan iklim yang ekstrem, dampak perang Rusia-Ukraina, serta kebijakan pembatasan ekspor.
Baca Juga:
Desa Sidorekso Kudus Percontohan Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM
Komoditas harga pangan terancam merangkak naik imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Lonjakan harga pangan akan mendorong inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat, daya beli yang menurun akan mengurangi kegiatan belanja masyarakat.
[Redaktur: Amanda Zubehor]