Hampir semua dari total 80 rumah di kampung itu, pengerjaan kusen hingga pintu, jendela, dan perabot rumah lainnya, kebanyakan dipesan dari Ardianus.
Karena banyaknya pemesanan, ia mempekerjakan dua tenaga bantu.
Baca Juga:
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumedang Soroti Kepercayaan Publik terhadap LP Ma’arif
Dalam satu bulan, ia bisa meraup penghasilan bersih paling sedikit Rp 1 juta.
Selain Ardianus, Elvadus Mandor (34), warga Kampung Damo, tetangga Kampung Lale, juga kini memanfaatkan aliran listrik untuk mendukung usaha permebelan.
Sebelumnya, ia menggunakan listrik yang bersumber dari mesin diesel miliknya.
Baca Juga:
Rentetan Bencana Terjadi di Awal Februari, BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan
Setelah beralih ke listrik, biaya operasional lebih efisien.
Jika menggunakan mesin diesel, dalam satu bulan, ia menghabiskan hingga 30 liter solar dengan harga per liter Rp 6.000.
Selain itu, ditambah lagi dengan oli pelumas seharga Rp 50.000.