WahanaNews-Jogja | PT KAI Commuter Line, secara berangsur-angsur turunkan jumlah perjalanan KRL Jogja-Solo setelah masa libur Idulfitri 2022 usai.
Pemudik dan wisatawan banyak yang sudah kembali ke daerah masing-masing sehingga jumlah penumpang KRL Jogja-Solo diperkirakan akan kembali normal.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Saat puncak libur Lebaran 2022, jumlah perjalanan KRL Jogja-Solo diperbanyak hingga 30 kali.
Namun, terhitung hari ini sampai dengan Jumat (13/5) jumlah perjalanan KRL Jogja-Solo akan dikurangi menjadi 24 kali.
“Dari sebelumnya 30 perjalanan sehari, maka pada pekan ini kami akan menjalankan 24 perjalanan setiap hari,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Senin (9/5).
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Jumlah perjalanan KRL Jogja-Solo pada pekan ini masih lebih banyak dibanding jadwal perjalanan sebelum masa libur Lebaran yaitu 20 kali perjalanan per hari.
Selama masa Angkutan Lebaran pada 22 April-7 Mei, total volume penumpang KRL Jogja-Solo tercatat sebanyak 196.195 penumpang atau rata-rata 12.262 penumpang per hari.
Pada hari terakhir libur Lebaran, Minggu (8/5) volume penumpang yang memanfaatkan KRL Jogja-Solo hingga pukul 19.00 WIB tercatat sebanyak 14.450 orang atau mengalami penurunan sekitar 20 persen dibanding periode yang sama pada Sabtu (7/5) sebanyak 18.080 penumpang.
Penurunan volume penumpang juga terlihat dari data di Stasiun Yogyakarta yaitu sekitar 29 persen dari sebelumnya 6.530 penumpang pada Sabtu (7/5) menjadi 4.658 penumpang pada Minggu (8/5).
Kondisi serupa juga terlihat di Stasiun Solo Balapan meskipun penurunannya tidak signifikan yaitu sembilan persen menjadi 3.547 penumpang.
Sedangkan untuk kereta lokal Prambanan Ekspres, jumlah pengguna pada Minggu (8/5) hingga pukul 19.00 WIB tercatat sebanyak 2.521 penumpang.
Jumlah penumpang terbanyak diberangkatkan dari Stasiun Yogyakarta dengan 1.158 penumpang.
Sedangkan untuk beberapa stasiun lain seperti Kutoarjo dan Jenar, masing-masing 997 penumpang dan 231 penumpang. [non]