"Sampai hari ini terdapat 39 kasus aktif Covid-19 di Gunungkidul ," ujarnya.
Dewi mengatakan per hari ini sudah 18.048 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Gunungkidul secara kumulatif.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Pasien sembuh bertahan di angka 16.975 kasus, begitu juga dengan angka meninggal dunia mencapai 1.034 kasus.
Ia sebelumnya menyampaikan bahwa kebanyakan kasus aktif ini berasal dari pelaku perjalanan dari luar dan masuk Gunungkidul .
Jumlah ini meningkat signifikan dibanding peta zonasi sebelumnya, pada 30 Januari 2022, yang hanya ada 21 Kalurahan zona merah.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Kalurahan zona merah ini meluas karena ditemukan kasus Covid-19 yang cukup masif.
"Jika dari zona hijau yang tadinya nol kasus, kemudian ada kasus 1 saja. Maka otomatis langsung jadi merah. Terutama dalam masa 2x inkubasi atau 28 hari," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, dr. Khamidah Yuliati, Rabu (9/2/2022).
Kabupaten Sleman memiliki 86 Kalurahan di 17 Kapanewon.