Pasukan harus tetap waspada dan siap siaga apabila sewaktu-waktu ancaman datang.
“Ingat, stabilitas, bukan keamanan saja, tapi juga stabilitas ideologi, politik dan ekonomi. Kami ingin di DI Yogyakarta ini stabil. Masyarakat aman, nyaman dan tentram, semua berjalan lancar, termasuk kesehatan dan ekonomi,” tambah Afianto.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan Curigai Aliran Dana dari Perdagangan Tambang Emas Ilegal
Lebih lanjut, latpurkota juga menggunakan skenario penumpasan teroris.
Sehingga, pihaknya mengeluarkan alat utama sistem senjata TNI (alutsista) seperti tank, kendaraan taktis hingga meriam.
Ia menegaskan, sesuai dengan sumpah, TNI harus setia pada Pancasila.
Baca Juga:
Perkuat Edukasi Kelistrikan Saat Banjir, PLN Turun Langsung Edukasi Masyarakat Pesisir
Oleh karena itu, pihaknya melatih personel untuk mengatasi radikalisme yang memaksakan kehendak.
“Kami paham, beragama harus sesuai keyakinan masing-masing, tapi kami juga memiliki Pancasila, yang berarti ada ideologi negara, tidak bisa memaksakan kehendak sendiri,” ungkapnya.
Afianto berjanji, apabila radikalisme muncul di DIY, maka pihaknya siap untuk mengatasi dan memeranginya.