"Kita adaptasi enggak hanya makan setahun dua tahun lo. Ini yang teman-teman khawatirkan. Sedangkan kebutuhan hidup juga harus dipenuhi," katanya.
Kendati Yati masih bersyukur rekan-rekan pedagang sepaguyubannya semua terdaftar dalam relokasi ini. Jika pun ada yang tercecer pihaknya meminta PKL tersebut agar segera difasilitasi.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Ketua Pansus DPRD Kota Yogyakarta, Foki Ardiyanto mengungkapkan para PKL hanya meminta penundaan sampai lebaran. Menurutnya, alasan penundaan relokasi ini cukup berdasar baginya dengan segala risiko yang ada.
"Jadi bukan ditunda dua-tiga tahun tapi hanya sampai lebaran," ujar Foki.
Di satu sisi, lanjut Foki, PKL menyayangkan proses komunikasi terkait relokasi dari Pemkot Yogyakarta yang terkesan dadakan. Komunikasi baru mereka terima pada pekan pertama Desember 2021 lalu.
Baca Juga:
Kemlu RI Respon Kebijakan Tarif Baru Trump, Dampak Signifikan Bagi Ekspor
"Saat Pansus mengundang eksekutif ke dua lokasi relokasi pun tidak ada tanggapan, baik dari Dinas Kebudayaan maupun Pemkot," katanya. [non]