"Kepemimpinan hari ini adalah seni merangkai, bukan sekadar memerintah. Namun demikian, kompleksitas ini juga menghadirkan risiko. Transformasi digital, misalnya, dapat mempercepat layanan, tetapi juga memperlebar kesenjangan jika tidak dikelola secara inklusif," katanya.
Oleh karena itu, Ni Made berharap, pelatihan PKN ini tidak hanya melahirkan pemimpin yang piawai menata kerja, tetapi juga insan pengabdi yang bening budinya, teguh wataknya, dan luhur orientasi pengabdiannya.
Baca Juga:
Sekda Kota Gunungsitoli Lantik Kabid PSDK Dinkes, Minta Kinerja Terbaik dan Dedikasi
"Dan pemimpin yang mampu membaca arah zaman dengan kejernihan nalar, menata organisasi dengan ketegasan laku, serta merawat masyarakat dengan kebijaksanaan yang menenteramkan," katanya.
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY Amin Purwani mengatakan pelatihan yang berlangsung selama 107 hari ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan strategis para peserta yang merupakan kompetensi manajerial pada Jabatan Tinggi Pratama.
"PKN Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2026 ini diikuti 37 orang peserta. Dengan tema adalah Kepemimpinan Adaptif Berbasis Kearifan Lokal dalam Mendorong Kontribusi Daerah terhadap Ketahanan dan Daya Saing Nasional," katanya.
Baca Juga:
Sekda Kota Gunungsitoli Minta Kepala Perangkat Daerah Segera Siapkan Laporan Wajib Pemerintahan
[Redaktur: Amanda Zubehor]