WahanaNews-Jogja | Selama bertahun-tahun, masyarakat di kampung Lale, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), hidup dalam “kegelapan”.
Maka, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu pun haruslah dibilang menjadi sumber penerangan bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Peringati Hari Krida Pertanian 2026,Bupati Karo: Mari Kita Bangun Pertanian Secara Produktif dan Moderen
Bukan hanya itu.
Bahkan, PLTP Ulumbu juga ikut membantu pelaku usaha di sana menjadi lebih produktif, efektif, dan efisien.
Ya, memang banyak potensi lokal yang dapat dioptimalkan dengan dukungan listrik.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Perempuan 3 Tahun Jadi “Kejahatan Kemanusiaan”, KemenHAM Jabar Soroti Penanganan dan Pembiayaan Korban
Ardianus Ngentur (34), misalnya, terlihat sedang melubangi bingkai jendela dengan bor listrik.
Kurang dari empat detik, ujung bor menembusi kayu setebal tujuh sentimeter.
“Kalau pakai bor manual, bisa sampai lima menit. Tergantung jenis kayu,” kata tukang mebel itu di Kampung Lale, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/10/2021).