WahanaNews-Jogja | Sebanyak ribuan anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) diklaim akan mendatangi gedung parlemen DPR-MPR untuk menuntut politikus PDIP, Junimart Girsang meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut ormas berseragam loreng itu kerap terlibat bentrok.
Rencana aksi unjuk rasa itu telah dibenarkan Sekretaris Cabang PP Jakarta Selatan, Dendy Jauhari. Selain meminta Junimart meminta maaf, Dendy juga meminta fraksi PDIP melakukan pergantian antar waktu (PAW) Junimart selaku Wakil Ketua Komisi II DPR.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
"Tuntutannya cuma, satu dia minta maaf di media nasional, yang terbuka dalam waktu 24 jam. Kedua, fraksi PDIP, mem-PAW dia, untuk mencari anggota dewan lagi," ucap Dendy kepada wartawan, Kamis (25/11).
Dia menilai pernyataan Junimart tidak etis terhadap PP. Menurut Dendy, pernyataan Junimart seolah-olah menganggap organisasinya bodoh. Pernyataan itu bukan saja telah menyakiti masyarakat yang tergabung dalam organisasi tersebut, namun juga ketua umum mereka.
Dendy turut menanggapi pernyataan maaf Junimart yang dinilai masih terlalu politis, dan tidak disampaikan lewat media nasional secara terbuka. Pernyataan Junimart kata dia telah membuat gejolak.
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
"Seharusnya PP begini. Seorang Junimart. Seolah-olah yang lain bodoh. Termasuk Ketum kami. Itu gorengan. Minta maafnya politik. Tidak tulus. Kita tahu," katanya.
Kasus ini berawal dari pernyataan Junimart meminta Kemendagri agar menertibkan ormas yang kerap terlibat bentrok karena telah meresahkan masyarakat. Menurut dia, pemberian izin kepada ormas oleh pemerintah mestinya berdasarkan prinsip untuk menjaga keamanan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah harus bersikap tegas kepada ormas yang justru menimbulkan keresahan.