Langit-langitnya juga berbentuk mengerucut persis seperti bangunan Tamansari.
"Bangunan ini istilahnya mirip Tamansari. Ketebalan tembok sekitar 75 sentimeter. Atap pintunya agak rendah, boleh jadi orang ketika masuk harus menunduk. Itu filosofinya," kata Narwi.
Baca Juga:
Perkuat Keamanan Digital, Pemkab Karo Jalin Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN RI,Layanan Administrasi Lebih Cepat
"Menunduk tadi maksudnya menghormat. Dan untuk yang depan ini aslinya bentuk U Kanan kiri kolam. Airnya dari sungai Winongo," papar Narwi.
Meski saluran untuk mengalirkan air masih ada sampai saat ini, namun sudah tidak digunakan lagi.
Pondasi masjid juga dikatakan Narwi sangat dalam masuk ke tanah.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Fitur Simulasi Biaya di PLN Mobile, Pelanggan Bisa Hitung Estimasi Layanan Secara Mandiri
"Gempa kemarin gak terpengaruh. Pondasinya dalam, lah kemarin orang buat sumur irigasi katanya melihat pondasi masjidnya," terang dia.
Dijelaskan, luas awal masjid itu lebih kurang 6 x 8 meter persegi.
Saat ini masjid itu dilakukan perluasan dengan menambah serambi di kanan dan kiri bangunan utama masjid.