Bupati Bantul pun mengajak secara bersama-sama seluruh elemen sektor pertanian untuk melakukan satu kebangkitan pertanian di Kabupaten Bantul melalui taruna tani.
Dikatakan, sektor pertanian telah terbukti memiliki keberdayaan di tengah gelombang pandemi, selama dua tahun ini.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
“Selama dua tahun ini saat diguncang pandemi Covid-19, sektor pertanian menunjukkan ketahanannya yang luar biasa. Bahkan, tetap tumbuh secara positif 4 persen. Dimana, sektor-sektor ekonomi lainnya, misalnya pariwisata dan industri, mengalami pasang surut ketika ada musibah bencana alam non alam,” ungkap Abdul Halim.
Hal itu, bagi Halim, menunjukkan bahwa sektor pertanian ini sektor ekonomi masa depan.
“Saya meyakini hal ini.Ini ada bukti empirik yg tak bisa dibantahkan, alasan kedua setiap orang membutuhkan kalori sampai kapanpun. Kecukupan gizi yang hanya bisa diproduksi dari sektor pertanian. Sektor ekonomi yang sangat menjanjikan pada masa depan ekonomi,”.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Meski begitu, Bupati Bantul mengakui, bahwa sektor pertanian butuh kesabaran karena prosesnya yang panjang.
Kendati demikian, Abdul Halim Muslih juga menegaskan bahwa kebutuhan dasar manusia berupa pangan hanya bisa dicukupi lewat sektor pertanian.
"Maka sungguh mustahil sektor pertanian ditinggalkan. Apalagi, kini banyak muncul petani milenial yang jauh berpikiran terbuka, sehingga lebih mudah menerima inovasi serta teknologi dalam bidang pertanian," imbuhnya. [non]