Mengetahui hal tersebut, ia melapor kepada ketua kelompok tani P3A Sedyo Makmur dan dilanjutkan laporan ke Polsek Sentolo.
“Untuk saat ini kami tengah lakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan pelaku,” ujar Jeffry dalam keterangannya, Rabu (6/4).
Baca Juga:
Terima Audensi Pengurus KONI, Bupati Karo Tegaskan Komitmen Peningkatan Prestasi Olahraga Daera
Dari hasil penyidikan polisi, Jeffry mengungkapkan bahwa kelompok tani tersebut merugi sampai Rp 16 juta lantaran mesin diesel Kubota yang berfungsi sebagai penggerak traktor hilang digondol pencuri.
Kegiatan bertani pun menjadi terganggu karena merupakan traktor tersebut merupakan alat penting bagi kelompok tani P3A Sedyo Makmur.
Atas kejadian tersebut, Jeffry mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berharap jangan meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan. Sebab banyak kasus pencurian terjadi karena memanfaatkan kelengahan pemilik barang.
Baca Juga:
Kemenag Sumedang Tunggu Arahan Pusat Soal Pembelajaran dan WFH Guru
“Kami imbau masyarakat semakin waspada agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” terangnya. [non]