Operasi pasar sudah dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dan Disperindag dan Dinas Pertanian DIY.
Mereka mendatangi sejumlah Perajin tempe dan tahu untuk memastikan kondisi para Perajin.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Relokasi Warga Bantaran Rel, Targetkan 800 Unit Hunian Baru
Pihaknya tidak dapat berbuat banyak dalam upaya mengatasi naiknya harga bahan baku tempe dan tahu tersebut.
"Itu barang impor, kami nunggu keputusan pemerintah pusat," terang dia.
Kendati demikian, lanjut Yanto, bukan tidak mungkin para Perajin tempe maupun tahu mengganti bahan baku dengan kedelai lokal.
Baca Juga:
Menpora Resmi Angkat Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Dirut LPUK Kemenpora
Di Kabupaten Bantul, diakui Yanto menjadi wilayah penghasil kedelai terbaik di DIY.
"Jadi opsi mengganti kedelai lokal bisa mungkin juga," ungkap dia.
Namun, sekali lagi pihaknya tidak menjamin itu dapat berjalan mulus sebab pihaknya pesimis stok kedelai lokal dapat mencukupi kebutuhan para perajin tempe.