Operasi pasar sudah dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dan Disperindag dan Dinas Pertanian DIY.
Mereka mendatangi sejumlah Perajin tempe dan tahu untuk memastikan kondisi para Perajin.
Baca Juga:
Trinitas Church Youth Choir Sukses Gelar Konser Perdana Senandung Bhinneka, Angkat Lagu Nasional dan Nusantara
Pihaknya tidak dapat berbuat banyak dalam upaya mengatasi naiknya harga bahan baku tempe dan tahu tersebut.
"Itu barang impor, kami nunggu keputusan pemerintah pusat," terang dia.
Kendati demikian, lanjut Yanto, bukan tidak mungkin para Perajin tempe maupun tahu mengganti bahan baku dengan kedelai lokal.
Baca Juga:
35 Sekolah Meriahkan Pawai Lampion HUT ke-81 RI di Alun-Alun Sumedang
Di Kabupaten Bantul, diakui Yanto menjadi wilayah penghasil kedelai terbaik di DIY.
"Jadi opsi mengganti kedelai lokal bisa mungkin juga," ungkap dia.
Namun, sekali lagi pihaknya tidak menjamin itu dapat berjalan mulus sebab pihaknya pesimis stok kedelai lokal dapat mencukupi kebutuhan para perajin tempe.