"Kita hari ini gotong royong untuk membersihkan kelas dan seluruh sekolah dan semoga hujan nggak turun lagi sehingga PTM bisa kita gelar kembali," ucapnya.
Diakui Sri, banjir yang melanda sekolahnya baru pertama kali terjadi sejak tahun 2004.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Saat itu, pernah terjadi banjir dengan ketinggian hampir satu meter.
"Biasanya banjir disini ya cuma sungai meluap saja. Tapi kemarin itu besar dan seperti tahun 2004 lalu. Saat itu cukup parah," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Rujedy Endro Suseno mengatakan jika di Kecamatan Juwiring, Desa Jetis menjadi satu desa yang cukup terdampak karena berada di aliran Sungai Kaligawe.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
"Namun air cepat surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah kembali mulai pagi ini," katanya.[non]