Tetapi, demi memperkuat kecapan, Dispar menyebut, pendampingan sangat diperlukan.
Beberapa pengetahuan yang dibekalkan kepada para pemandu wisata itu, antara lain kode etik pramuwisata, prosedur keamanan dan keselamatan, pengetahuan dan keterampilan, serta teknik-teknik komunikasi.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Makanya, kita libatkan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) dalam proses sertifikasi. Mereka tidak hanya menguji pemandu wisata saja, namun juga melakukan pembinaan dan pendampingan," ujar Wahyu.
"Harapan kami, pemandu wisata bisa makin rapi dalam mengemas destinasinya, sehingga apa yang dikisahkan kepada pengunjung pun lebih maksimal. Entah itu soal sejarah, seni, budaya, atau adat. Jadi, informasi yang disampaikan lebih beragam," katanya.[non]