Lambat laun, dia merasa Embil tidak pulang. Dugaan demi dugaan pun datang.
Dia paham, Embil pasti akan pulang sejauh apapun dia pergi.
Baca Juga:
Bulan Bakti Gotong Royong,Bupati Karo: Mari Bersama Tingkatkan Kebersihan Lingkungan
Akan tetapi, beberapa hari berselang, Embil tidak lantas kembali dan menampakkan batang hidungnya.
“Di pertengahan Desember itu kemudian saya punya ide untuk cetak pamflet dulu. Waktu itu saya sibuk banget, jadi cuma bisa sore atau maleman buat muter nyari Embil dan sebar-sebar pengumuman,” ungkapnya.
Ide untuk membuat baliho besar itu datang ketika Intan merasa menyebarkan pamflet itu kurang efisien.
Baca Juga:
Perkuat Sinergi di Awal Tahun, TP PKK Kabupaten Karo Gelar Rapat Bulanan dan Ramah Tamah di Desa Tongging
Dia pun langsung mengingat ada baliho kosong di perempatan area Wirosaban.
“Mikirnya, itu perempatan dekat rumah saya dan cakupan teritori domisili orang-orang yang lewat situ kayanya juga luas,” terangnya.
Ia mengakui, dirinya sangat emosional mencari Embil. Maka, tanpa berpikir panjang, dia segera mengontak pemilik baliho tersebut.