WahanaNews-Jogja | Kasus Covid di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali bertambah pada beberapa waktu terakhir.
Pemerintah DIY sejak seminggu lalu pun membuat aturan bagi sekolah agar tidak memaksakan diri menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.
Baca Juga:
Antisipasi Lonjakan Wisatawan, PMI Sediakan Posko Medis di TM Ragunan
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan pihaknya meminta kepada sekolah untuk menyesuaikan perkembangan kasus Covid-19.
Sehingga, sekolah dapat mengurangi waktu belajar dan kapasitas kelas tidak 100 persen.
“Kita sudah minta sekolah menyesuaikan waktu dan jumlah dikurangi tidak 100 persen lagi. ada yang 50, 70 persen silakan saja, ada yang masuk 100 persen tetapi punya lokasi yang memadai agar mereka bisa jaga jarak,” ujar Aji, Selasa (1/2/2022).
Baca Juga:
10 Produk Ekspor RI ke AS yang Paling Terdampak Tarif Trump
Pemerintah DIY juga terus melakukan skrining, termasuk di lingkungan sekolah.
Aji mengungkapkan kasus Covid-19 terbanyak didapat dari orang yang hendak melakukan perjalanan.
“Kita banyak menemukan kasus dari skrining dan bepergian, kondisi mereka banyak yang sehat,” kata dia.