WahanaNews-Jogja | Perang sarung telah menjadi kode baru diantara kelompok pelajar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kode tersebut digunakan sebagai ajakan ‘kencan’ adu kekerasan antar kelompok di Yogyakarta.
Baca Juga:
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Dua Serangan Beruntun di Lebanon Selatan
Perang Sarung itu sekaligus jadi bagian senjata yang digunakan saat Tawuran Sarung antar kelompok.
Sayangnya sarung bukan sembarang sarung, sebab sarung itu diikat dengan benda-benda berat seperti batu.
Kasus terbaru ungkap Perang Sarung terjadi di wilayah Bantul.
Baca Juga:
Ketua DPRD Karo Adakan Acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H, Bupati Karo: Tanah Karo Dikenal Dengan Nilai Toleransi dan Keberagaman Yang Kuat.
Polres Bantul mengamankan dua kelompok remaja yang terlibat Perang Sarung di mana salah satu kelompok berjumlah 20 orang, kedangkan kelompok lainnya sembilan orang.
Perang Sarung itu terjadi di simpang tiga dusun Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak pada Senin (4/4/2022).
Kapolres Bantul AKBP Ihsan memaparkan dalam tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja yang rata-rata masih berstatus pelajar dari SMP, SMA dan SMK.