Dari sisi aksesibilitas Singgih menyebut Jogja tidak berhenti berbenah tampak dari pembuatan jalan baru Gayamharjo-Gunungkidul hingga jalur jalan lintas selatan sebagai penghubung antar interesting place.
Peningkatan kualitas transportasi publik seperti kereta dari bandara, Bus Trans Jogja, hingga penyediaan layanan transportasi khusus city tour seperti Bus Heritage Jogja.
Baca Juga:
Libur Lebaran 2025, Gunungkidul Catat 41.379 Wisatawan Kunjungi Berbagai Destinasi
Dia berharap Jogja tidak hanya mumpuni menyediakan aksesibilitas secara domestik namun juga internasional.
Penambahan direct flight ke YIA dari negara lain saat ini tengah diusahakan agar tidak hanya dari Singapura dan Malaysia saja. Thailand mungkin akan menjadi target negara selanjutnya yang diupayakan Singgih.
Dari sisi atraksi tentunya adalah penonjolan daya tarik. Jogja dipercaya memiliki kekuatan magis yang kuat dari sisi budayanya. Singgih menyebut Sumbu Filosofis menjadi representasi wisata unggulan kota pelajar.
Baca Juga:
Wisatawan di Monas Jadi Korban Parkir Liar, Ban Mobil Kempis Usai Bayar Jukir
Sumbu ini adalah garis imajiner yang menjadi perwujudan dari hubungan sinergi harmonis antara dua sumber kekuatan Jogja yang diwakili oleh Gunung Merapi dan Laut Selatan. Meski secara konseptual Sumbu Filosofis Yogyakarta adalah konsep tata ruang yang berbentuk struktur jalan lurus membentang dari Tugu Pal Putih, Kraton. Yogyakarta, hingga Panggung Krapyak.
Sejak ditetapkannya Sumbu Filosofis Yogyakarta sebagai warisan budaya oleh UNESCO 2023 lalu, pemerintah Jogja giat mengembangkannya sebagai magnet wisatawan. Mulai dari museum, festival, hingga city tour dihubungkan dengan aspek tersebut. Singgih percaya narasi story telling akan menjadi elemen yang kuat dalam membangun ikatan dengan wisatawan. Sehingga tidak hanya raga nya yang datang ke Jogja, namun hatinya ikut masuk memahami istimewanya Yogyakarta.
"Bicara daya tarik, Jogja ini dari sisi budayanya, baik tangible maupun intangible. Event-event ini akan menjadi bagian untuk menarik wisatawan itu datang ke jogja. Kita bangun narasi storytelling menjadi bagian dari produk paket wisata yang berkualitas," kata Singgih