Data tersebut berguna untuk melihat integritas dari para calon.
”Salah satu indikator integritas seseorang adalah apakah dia pernah berurusan secara etis atau tidak di dalam penyelenggaraan pemilu,” kata Juri.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Selain mencari data dari instansi formal, seperti DKPP, tim seleksi juga membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan atau informasi terkait dengan integritas seseorang yang mengikuti seleksi KPU dan Bawaslu.
Masyarakat dapat menyerahkan informasi tersebut secara daring ataupun diantar langsung ke sekretariat tim seleksi.
Ketua DKPP, Muhammad, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan rekaman dan hasil penilaian penyelenggara pemilu terkait dengan kode etik dan perilaku kepada tim seleksi.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Dokumen itu akan menjadi bahan yang bisa digunakan tim seleksi untuk menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.
”Jadi, terhadap nama-nama yang lolos administrasi, itu semua kita beri catatan, seperti nama perkara. Kita lengkapi amarnya juga, bunyi pertimbangan putusannya. Semoga itu menjadi bahan yang bisa melengkapi bahan tim seleksi untuk memutuskan calon-calon yang kita harapkan berintegritas,” kata Muhammad. [non]