WahanaNews-Jogja | Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro Jogja mulai memasuki babak baru.
Saat ini, menjadi hari-hari terakhir bagi PKL maupun pengunjung menikmati ikon wisata Kota Jogja tersebut dengan deretan PKL.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Kepala Dinas Usaha Menengah, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Koperasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Srie Nurkyatsiwi menjelaskan proses relokasi ini dilakukan secara bertahap. Serangkaian proses relokasi telah dimulai secara resmi pada Rabu (26/1).
"Sejak proses wilujengan kemarin kan penanda proses selesai. Tapi kan prosesnya tidak sekaligus selesai. Moga-moga pertengahan Februari atau Minggu pertama Februari targetnya sudah klir semua," kata Siwi di kompleks kantor Gubernur DIY, Kepatihan Jogja, Kamis (27/1).
Siwi sapaannya, menjelaskan proses pindahan PKL dari sepanjang Jalan Malioboro ke Teras Malioboro I dan Teras Malioboro II diatur secara bertahap.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Pemindahan tidak mungkin berlangsung secara bersamaan dalam waktu yang sama.
"Relokasi ini maka diatur. Penggal mana dulu, di eks Indra itu kan 799 kan tidak mungkin byuk bareng," jelasnya.
"Kesepakatan di antara PKL ya (jadwal relokasi)," katanya.