Pusaka berbentuk bendera ini merupakan pusaka yang sudah dikeramatkan sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I.
Pusaka Kanjeng Kyai Tunggul Wulung merupakan sebuah panji atau bendera yang berwarna wulung atau biru tua.
Baca Juga:
Pemkab Gunungkidul Siapkan Ajang Pariwisata Internasional Dongkrak Kunjungan Wisman Tahun
Di bagian tengah pusaka ini terdapat tulisan arab berisi kutipan QS Al Kautsar, Asmaul Husna dan Syahadat.
Keistimewaan pusaka ini adalah bahan yang digunakan merupakan kain kiswah Ka'bah dari Mekkah.
Berdasarkan sejarah, pusaka Kanjeng Kyai Tunggul Wulung merupakan hadiah dari kekhalifahan Turki kepada Raden Patah, Sultan Demak sebagai tanda hubungan baik antar kedua negara.
Baca Juga:
Pemprov DIY Perkuat Kemandirian Fiskal untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan Berdampak
Setelah Kerajaan Demak mengalami keruntuhan, pusaka Kanjeng Kyai Tunggul Wulung kemudian diwariskan secara turun temurun.
Hinggi kini, pusaka ini masih tersimpan di Keraton Yogyakarta.
Diperkirakan, usia pusaka Kanjeng Kyai Tunggul Wulung jauh lebih tua dari usia Keraton Yogyakarta itu sendiri. Seperti yang diketahui, Keraton Yogyakarta sudah berdiri sejak 1755 silam.